jump to navigation

Khutbah Jum’at, 24 April 2009 April 24, 2009

Posted by darunnajah in Khutbah Jum'at.
trackback

Pada Jum’at, 24 April 2009 Khatib dan imam shalat Jum’at di Masjid Darunnajah STAIN Purwokerto adalah beliau Bapak M. Misbah, M.Ag yang sekaligus sebagai Ketua Ta’mir dan Dosen Jurusan Tarbiyah. Pada khutbahnya khatib berpesan pada diri khatib dan jamaah yang hadir untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa. Begitu banyak ni’mat dari Allah SWT yang telah kita terima dan nikmati dan apabila kita disuruh untuk menghitungnya, niscaya kita tidak akan mampu untuk melakukannya. Maka sudah sepantasnya dan seharusnya kita untuk selalu mengungkapkan rasa syukur kita pada Allah SWT dengan iklas, jangan sampai kita dicap sebagai hamba yang tidak tahu berterimakasih.
Berbagai aktivitas dan perjalanan kehidupan yang telah kita laksanakan, terkadang membuat hati dan perasaan kita menjadi keras seperti batu, dan terkadang pula kita tidak tahu bagaimana solusi dan caranya agar hati kembali menjadi lembut. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk melembutkan hati kita yang telah membatu, salah satunya adalah dengan banyak membaca dan mendengar kisah-kisah para alim ulama, orang shaleh, kisah perjuangan para sahabat Nabi maupun kisah-kisah kahidupan para Nabi, Rasul Allah SWT.
Pada kesempatan ini khatib memaparkan kisah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang termasuk salah satu sahabat dari sepuluh orang sahabat Nabi yang dijamin masuk surga Allah, yaitu Sahabat Thal’ah bin Ubaidillah. Thal’ah bin Ubaidillah merupakan salah satu dari delapan orang yang pertama masuk Islam. Dimasa hidupnya beliau termasuk orang yang selalu teguh, jujur, dan tidak pernah mengingkari janji yang pernah diucapkannya. Rasulullah SAW dalam sabdanya menyatakannya, “ barang siapa yang ingin melihat seorang syahid yang berjalan di atas bumi ini, maka lihatlah pada kepribadian Thal’ah bin Ubaidillah”. Keteguhan dan kesungguhan beliau dalam memeluk Islam mendapat tantangan dan ujian yang tidak ringan, baik dari keluarga maupun dari masyarakat kaum Quraisy. Ibunya tidak henti-hentinya membujuk agar Thal’ah keluar dari Islam, akan tetapi beliau tetap teguh dalam berjuang menegakan agama Allah. Thal’ah selalu bersama Rasulullah dalam membela Islam dan kejayaan kaum muslimin sampai akhir hayatnya.

Komentar»

1. jaja - Mei 4, 2009

darunnajah of the best mosque

darunnajah - Mei 5, 2009

thanks for your attention to Darunnajah Mosque. maaf Inggrisnya belepotan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: